Tinta Memori

Membuka buku…
1/?

Tinta Memori

Anindya Avinka Putri

Fiksi & Sastra
Kelas 8,9,10

Marianna Osean, atau Mare, kehilangan kemampuan untuk membentuk ingatan baru setelah kecelakaan tragis di usia 16 tahun. Setiap pagi, Mare hanya mengingat hari kecelakaan itu, terutama pertengkaran hebat dengan ibunya yang menolak mendukung impiannya menjadi seniman. Selama lima tahun terakhir, Mare menjalani hidup dengan ingatan yang terhenti pada hari kecelakaan, tidak menyadari bahwa ibunya telah berubah menjadi sosok yang lebih penyayang dan protektif. Namun, karena ingatan Mare selalu kembali ke pertengkaran tersebut, ia terus menjaga jarak dari ibunya. Harapan muncul ketika keluarganya menemukan seorang ahli saraf yang menawarkan terapi inovatif untuk mengatasi amnesia anterograde Mare. Dengan perlahan, Mare mulai bisa membentuk ingatan baru dan menghadapi kenyataan yang selama ini dia lupakan. Saat proses pemulihan berlangsung, Mare berusaha memperbaiki hubungannya dengan ibunya, yang kini ia sadari telah bertransformasi.