Atramentum
Atramentum
Wulan Safitri
Panitera mencatat semua, tapi tak satu pun benar-benar mencatat keadilan. Indri, staf panitera muda di Pengadilan Negeri, awalnya hanya ingin bekerja baik dan tak mencampuri urusan yang “bukan wilayahnya.” Tapi satu dokumen janggal membawanya masuk terlalu jauh. Ia mulai mencurigai bahwa persidangan hanyalah pertunjukan mahal: bukti diselundupkan, saksi digiring, dan keputusan bisa dinegosiasikan. Ketika mencoba mencari kebenaran, Indri justru terjerumus dan dijebak. Tanda Namanya dicatut dalam kasus, dan perlahan ia terseret ke dalam sistem. Di titik terendah, ia nyaris percaya bahwa hukum memang tak lebih dari permainan kekuasaan. Namun, dalam lumpur itulah ia mulai bangkit. Dengan sisa keberanian dan secercah harapan, Indri bertekad menguak borok yang selama ini ditutup rapi.
